• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Kamis, 14 September 2017

Tsuki Chapter 1: Berdiri di dunia baru

12:20 // by Nyankochi // , , , // No comments

( ・ω・)/  nyalo~ 
🐱 Nyankochi desu! 

Awal cerita dari Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu dimulai.




Chapter 1: Berdiri di dunia baru



Aku Misumi Makoto.

Murid SMA tahun kedua, bersekolah di sekolah lokal SMA Nakatsuhara.

Klubku adalah klub memanah, spesialisasiku adalah memanah.

Nilai lumayan, kemampuan fisik rata-rata.

Penampilan, mungkin tidak terlalu baik tapi tidak terlalu jelek.

Hobi sejenis otaku, minatku luas jadi aku biasanya mencoba semua hal yang kubisa.

Minat yang tidak akan berubah adalah panah dan drama era sejarah.

Bagian terbaik dalam hidupku adalah penampilanku menggunakan panah.

Meski begitu, aku tetap berpikir kalau aku memiliki profil normal. Berada di tempat seperti ini sangat tidak cocok denganku.

Gurun berwarna coklat kemerahan sejauh mata memandang.

Tempat ini seperti tempat yang pernah kudengar di kelas.

Siang hari terasa panas, saat malam menjadi sangat dingin, tempat sejenis itulah.

Sejak aku dikirim ke sini aku sudah menghadapi 2 malam.

Aku belum makan apapun, meski begitu entah mengapa aku tidak merasa lapar.

Aku pernah diberitahu kalau di dunia ini aku bisa mendapatkan kemampuan fisik yang melampaui kapabilitas manusia biasa jadi mungkin itulah alasannya.

Ah....kenapa aku ada di tempat seperti ini?

Jawabannya, hasil kelakar dewi.

Ya ya, ya aku paham.

Aku tidak tahu sudah berapa kali aku bertanya dan menjawab sendiri pertanyaan ini.

Yang seharusnya cuma berupa hari biasa tanpa ada sesuatu yang terjadi.

Dipanggil oleh satu dari Miko, Tsukuyomi Mikoto, lalu diculik oleh dewi aneh itu, dan setelahnya disinilah aku.

Yang pertama berkesan seperti Dewa yang baik, sedang yang satunya bahkan tidak ingin aku akui sebagai Dewa.

Jadi si Dewi ini -bukan,- eksistensi yang lebih buruk dari serangga ini, sudah melemparku ke gurun yang jangankan orang, bahkan kehadiran hewan pun tidak bisa dirasakan.

Sesungguhnya aku tidak mengerti ini semua.

Dalam situasi tanpa bekal apapun, aku berjalan melewati pemandangan gurun luas yang tidak berubah sepanjang hari.

Ketimbang penculikan, ini lebih cocok disebut pembunuhan.

Ini tidak baik, semakin aku memikirkan tentang si jalang itu aku semakin depresi.

Sekelilingku sudah mulai gelap gulita.

Ada cahaya bintang tapi tidak cocok untuk perjalanan.

Karena tubuh ini sudah terbiasa dengan cahaya listrik, kegelapan di tempat ini menimbulkan rasa takut.

Tapi meski aku bilang begitu, tidur juga bukan pilihan.

Aku sudah merasakan kantuk tapi kalau aku tidur pulas, marabahaya mungkin akan menghampiriku.

Tidak ada yang bisa kulihat bukan berarti tidak ada apapun sama sekali.

Aku mulai merasa kalau tidak buruk juga untuk mengikut perkataan Dewi itu agar menemukan beberapa orc atau goblin.

Sebuah tempat dimana aku bisa tidur tenang.

Aku tidak pernah berpikir suatu tempat akan terasa begitu penting bagiku.

Besok.

Besok aku yakin.

Aku berharap ada perubahan terjadi.

Kalau mungkin, semoga aku bisa berbicara dengan seseorang.

Aku tidak peduli dengan penampilan, aku juga ingin menemukan makanan.

Ha..... Aku harap pagi segera datang.

Satu malam yang sangat panjang yang tidak bisa dibandingkan dengan ketika aku menonton anime di internet di kamarku untuk sekedar menghabiskan waktu.

Hari kedua tinggal di dunia lain, sama dengan hari pertama.

Tidak ada yang terjadi.

Dalam bayang bebatuan aku menggulung kakiku dan menunggu pagi datang.





0 komentar:

Posting Komentar

Apa kata hatimu nya~?