• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Rabu, 13 September 2017

Tsuki ga Michibiku: prolog 2

12:01 // by Nyankochi // , , , // No comments

( ・ω・)/  nyalo~ 
🐱 Nyankochi desu! 

Prolog 2 dari Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu.



Prolog 2: Hadiah perpisahan merupakan rahasia



Menyimpulkan dari apa yang sudah Tsukuyomi-sama sampaikan, kira-kira seperti ini.

Jadi sebenarnya tentang transportasi dan prosedur sudah dijelaskan semuanya. Orang tuaku sepertinya datang dari dunia lain. Mereka membuat kesepakatan dengan dewa di dunia lain. Sejak kecil, semua kakekku sudah meninggal dan aku diberitahu kalau kami tidak memiliki hubungan dengan keluarga yang lain tapi... ternyata karena itulah alasannya.  

Saat mereka masih di sana, karena takdir, mereka membuat kesepakatan dengan dewa dunia lain. Sepertinya itulah yang membawaku pada situasi ini. Bisa dibilang bahwa harga dari kesepakatan itu adalah ‘suatu hari akan kuambil satu hal penting darimu’. 

Apa dewa itu seorang iblis?!

Dan sepertinya kedua orang tuaku menyetujuinya.

Sekarang kalau aku pikir-pikir, kakakku, adikku, dan aku sendiri, kami bertiga dulu diajari semua pekerjaan rumah tangga, dan disuruh belajar bela diri apapun secara singkat. Masa sih ternyata itu semua untuk persiapan?! Demi dapat pergi hidup sendirian kapanpun itu?!

No no no no no no jangan bercanda ah. Sesuatu hal seperti dunia lain, aku belum pernah dengar satu katapun dari kedua orang tuaku.

Yah, meski diberitahu pun, aku pikir aku hanya akan melihat mereka seolah mereka orang berbahaya. 

Ayahku bilang dia menjadi seorang penulis yang spesialis dalam membuat novel fantasi dengan banyak kehadiran dan kelebihan unsur realita, tapi tidak terbayang olehku kalau bisa begitu karena dia sudah mengalami semuanya secara nyata. Soal steak naga dan cara pendeskripsian tentang rasa nyaman tidur di kandang kuda itu semua hal yang menggetarkan. 

Dan dunia yang akan kutuju sekarang adalah dunia fantasi yang penuh dengan magic. (TL: sumpah, enak pakai magic ketimbang sihir lho, lol)

Kelihatannya aku akan dikirim ke dunia itu dengan kekuatan yang melebihi kondisi terbaikku. Karena bermacam alasan, semua orang yang ditransfer dari duniaku kuatnya terlewat parah. 

Secara perasaan, rasanya seperti aku akan terlepas dari pakaian yang sangat berat. Bukan berarti aku akan diberi kehidupan abadi jadi aku tetap mati kalau terbunuh, seperti itulah yang diberitahukan kepadaku.

Menurut Tsuyukomi-sama, sepertinya hanya tinggal di duniaku saja sudah merupakan hal yang hebat. 

Tidak hanya kekuatan magic yang tidak ada sama sekali, proteksi suci dari dewa saja sulit untuk sampai. Itu adalah dunia yang keras. Tempat seperti itulah yang kutinggali selama ini, itulah yang diberitahukan padaku.

Meskipun begitu aku hanya hidup normal selama ini...kualitas hidup yang mudah.

“Yaah~ aku benar-benar minta maaf karena sudah berteriak kepadamu. Sepertinya kau sendiri selama ini menjalani kehidupan yang sulit, Tsukuyomi-sama.” (Makoto) 

Dan terlebih lagi. Untuk berada diantara makhluk spesial dan luar biasa seperti kakak (perempuan) dan adiknya (laki), jerih payah Tsukuyomi seharusnya sudah selesai karena hal itu... aku jadi merasakan ledakan emosi dari situasi yang dialaminya. Yah, meskipun dalam situasi begini, sampai harus diteriaki oleh orang yang tidak dia kenal sepenuhnya. Pasti dia kesusahan selama ini. (TL: dari 3 dewa bersaudara, dia dianggap paling lemah dan kurang populer)

“Wah wah, rupanya kau mengerti keadaanku! Untuk bisa merasakan perasaan bahagia begini, sudah berapa lama ya? Tapi kalau mau dibilang sih, Makoto-dono juga penuh kesulitan.”(Tsukuyomi) (TL:  –dono itu gelar nama untuk orang yang dihormati/diberi respek/berkedudukan sama) 

Dia paham perasaanku menjadi satu-satunya pria diantara dua saudara perempuan. Tidak kukira suatu hari akan datang ketika aku mendapat simpati seperti ini! Aku koreksi diriku, kalau sampai ada aliran kepercayaan Tsukuyomi Mikoto pasti aku ikut! Tsukuyomi-sama banzai! (TL: banzai = seperti ungkapan ekspresi "hidup!" - Hidup Nyankochi! :v )

“Meski begitu, aku dan saudaraku sudah hidup secara normal sampai sekarang. Bagi seorang dewa, untuk memberitahukan soal ini sebenarnya sudah terlambat.”(Makoto)  

“Dari semua dunia di luar sana, duniamulah yang paling keras. Di mata penduduk dunia lain, itu seperti berada di dalam lautan atau hidup di lautan lava. Lagipula, orang itu benar-benar lama sekali sih” (Tsukuyomi) 

Kami sedang menunggu pihak berwenang dari dunia lain tapi...

Dengan begini, sepertinya orang itu tidak akan datang. Kelihatannya dunia itu adalah tempat yang sangat populer yang dipimpin oleh seorang Dewi dan Spirits. Populer bagian mananya, sejujurnya, aku sendiri tidak tahu. (TL: Lucu kalau ditranslate tuh spirit, pakai spirit aja ya? makhluk astral gitu lho.)

Ngomong-ngomong, aku sudah menandatangani sesuatu yang dibawa Dewa. Tentu saja setelah dibuat yakin tentang semua hal pastinya, oke?

Soalnya, kalau aku tolak, kakak atau adikku yang akan pergi.

Aku ini tadinya dalam masalah lho? Benar-benar bermasalah.  

Karena, kamu tahulah, aku tidak bisa main game lagi. Di dunia tanpa eksistensi mesin aku tidak akan bisa bermain game mobile. Aku harus berpisah dengan semua manga dan novelku. 

Di PCku sudah jelas ada banyak hal yang tidak bisa ditunjukkan ke seumuran 18 tahun kebawah. Kalau sampai itu ketawan aku tidak akan bisa menjelaskannya sama sekali.

Aku ini pria dalam masa pertumbuhan, jadi kamu bisa paham kan?!

Makanya aku bicara ke Tsuki-sama tentang itu dan meminta agar itu dapat diurus tanpa diketahui keluargaku. 

Akan kukatakan layaknya orang yang buruk, tapi selain dari keluargaku aku tidak peduli siapa yang mendengarnya.

Karena merasa terpojok aku jadi paham seberapa kecil keberadaanku. Tapi itulah yang kurasakan. Bagaimanapun juga, itu tidak baik.

Makanya aku memutuskan untuk berpikir hanya tentang diriku. Bagimana ya mengatakannya, aku sendiri terkejut bagaimana aku memprioritaskan diriku secara berlebihan.

Tapi aku ingin melakukan sesuatu dengan sejarah kelamku. (TL: eeaaaa, sibuk cari pembenaran dan pembelaan :v )

Memang sih katanya aku tidak bisa kembali, tapi menjadi tidak bisa bertemu lagi dengan keluargaku, dan kalau mereka menemukan macam-macam tentangku...

“Loh?! Bocah ini kok punya hobi begini!” (Ayah Makoto)

“Ini anak kita tapi kok begajulan begini!” (Ibu Makoto)

“Onii-chan* kotor!” (Adik Makoto) (TL: Onii-chan = kakak laki)

“Otouto* macam apa ini! Jangan-jangan selama ini dia melihat aku dengan mata seperti itu?!”(Kakak Makoto) (TL: Otouto = adik laki)

TIDAAAAK!!! CUKUP SUDAAAH!!! (Makoto) 

Aku pasti tidak bisa menahannya!

Cuma membayangkannya saja sudah membuatku ingin bunuh diri!

“Santai” (Tsuki) (TL: singkatan tsukuyomi)

Tapi Tsuki-sama berbeda. Disaat aku berkutat dalam kegilaan di hatiku dan hampir terlahap kegilaan itu, dia bilang begini padaku. 

“Semua mimpi pria itu, buku dan software, dan juga semua yang ada dalam HDDmu, aku akan bertanggung jawab untuk menghapus semuanya!”(Tsuki)

Tsuki-sama bilang begitu sambil mengangguk. Dia mengerti semuanya, semua tentang itu. Seorang dewa, kaulah sosok dewa! Meskipun minor, diperingkatku kaulah nomor satu! Kau sekarang menjadi dewa pemimpin! 

Aku takjub dia bisa tahu kata canggih seperti HDD. Yah, untuk saat ini aku tidak memikirkannya sama sekali. Aku hanya bersyukur mimpi buruk ini bisa menghilang.

Nah, dengan begini dan begitu kami berbicara tentang masyarakat dan beragam hal sambil minum teh yang disiapkan. Aku menghabiskan waktu dengan Tsuki-sama.

“Ngomong-ngomong, aku paham kalau di dunia lain aku menjadi super keren secara fisik dan magic tapi...” (Makoto) 

“Umu” (Tsuki)

“Begini, apa aku tidak mendapat kemampuan spesial atau sesuatu? Semisal ‘solid barrier’ atau ‘devil eyes of truth’ atau ‘Rose Logia’ atau ‘Heavenly Phase?’” (Makoto) (TL: sumpah kalau diartiin jadi terasa aneh, gini ajalah ya? :v jadi terdengar keren gitu lho)

Yah, mungkin tidak ada kalau aku sudah mendapatkan magic power dalam jumlah luar biasa. Tapi secara romansa, aku menginginkannya. (TL: bahasa tingkat tinggi nih, https://kbbi.web.id/romansa)

Kamu tahu kan, banyak orang yang mendapatkannya ketika mereka pergi ke dunia lain? Makanya aku juga ingin, ya kan? Yah meski itu sekedar dunia fiksi.

Dari apa yang kudengar, akan ada demi-humans dan ras beast jadi meski aku punya abnormalitas seharusnya aku tidak didiskriminasi. (TL: ras demi-humans = separuh/mirip manusia wujudnya misal elf/dwarf, ras beast = ras manusia menyerupai binatang semisal cewek kucing hitam seksi berbuntut menggemaskan munyu munyu fuwa fuwa hhhngghhh >,< )

Kalau begitu nantinya akan menyenangkan kalau aku punya satu kemampuan, itu yang kupikirkan.

“Tentu saja kau mendapatkannya!” (Tsuki) 

“Eh? Seriusan?! Seperti apa? Kemampuan macam apa yang akan kudapat?” (Makoto)

Aku kira itu adalah permintaan yang mustahil~. Kamu hanya akan tahu kalau bertanya ya.

“Aku tidak tahu. Maaf, tapi akan jadi kejutan saat kamu mengetahuinya. Aku hanya bisa pergi sekali ke sana dan aku tidak akan bisa berkomunikasi denganmu, jadi aku hanya akan memberimu petunjuk oke?” (Tsuki) 

“Oo~ Aku harap itu seperti skill kosong yang membuat kita bisa membuat kemampuan apapun yang kita mau”(Makoto)

“Bukan, bukan itu. Maaf tapi aku punya batas dalam kemampuan dewaku” (Tsuki)

“??” (Makoto)

“Aku disebut sebagai 'sang menguasai malam dan bulan' tapi atributku yang sebenarnya adalah ambigu. Mungkin seperti yang kau bilang, sebuah ‘blank skill’” (Tsuki)  

“Karena itulah akan kuberikan yang paling bisa kuusahakan tapi aku tidak tahu bagaimana jadinya. Bisa jadi itu sesuatu yang tidak kamu inginkan. Aku mohon maaf” (Tsuki)

Sambil bicara Tsuki-sama mengisyaratkanku untuk mendekat.

Mengikuti apa yang dikatakannya, aku duduk disampingnya dan dia menaruh tangannya padaku kemudian aku merasakan sesuatu mulai mengalir ke dalam diriku. Itu sesuatu yang terasa mulai menuju poros badanku dan bersirkulasi ke seluruh tubuh, kemudian menuju sekitar dada, mulai berkumpul di sana, dan tenang dengan sendirinya. Apa ini berkah yang dia bilang akan diberikan untukku? 

“Aku merasa seperti ada sesuatu yang terakumulasi. Apa ini yang kau sebut titik pusat asal?” (Makoto)

“Itu benar, kau cepat tanggap. Tidak ada masalah dengan persepsimu terhadap lingkungan. Saat kau membayangkan dirimu mengeluarkan sesuatu itu maka kemampuan ini akan aktif. Yah, perasaan untuk melepaskan itu di telapak tanganmu adalah cara paling mudah untuk memahaminya. Ngomong-ngomong, kalau dicoba sekarang itu tidak mungkin. Soalnya tempat ini masih berada dunia aslimu” (Tsuki)

Aku ingin mencobanya tapi Tsuki-sama, sambil tertawa, menahanku.  

“Juga Makoto-dono, aku akan memberitahumu meski ini sudah tertera di kontrakmu, tapi dewi di dunia lain akan memberimu sebuah kekuatan. Kau akan meninggalkan duniamu, jadi setidaknya kami akan memberimu keuntungan sampingan dari itu” (Tsuki)

Sekali lagi dengan ekspresi bersalah, Tsuki-sama menundukkan kepalanya.

“Jangan begitu, Tsukuyomi-sama. Aku merasa senang. Mungkin, mungkin saja, kalau aku akan dikirim tanpa penjelasan ketika aku menolakmu dan esok harinya salah satu saudaraku menghilang, aku akan menyesal seumur hidupku” (Makoto) 

“Makoto-dono benar-benar orang baik. Akhirnya dia datang juga” (Tsuki)

“Akhirnya ya. Tidak terasa kita saling bicara lama sekali. Bukan, memang pada dasarnya kita dimungkinkan untuk hal itu” (Makoto) (TL: We have been talking for long. No, we were able to. - gimana lho mau translatenya, emang dasar gaya bicara japanese itu rada riweh, maklumilah)

“Kalau kau mau, aku bisa merekam semua pembicaraan kita dalam bantal mimpi lho. Apa kau benar-benar tidak masalah hanya dengan ini?" (Tsuki)

Di tangan Tsuki-sama terdapat dua surat. Saat aku bertanya pada Tsuki-sama kalau aku boleh meninggalkan sesuatu, dia memberiku banyak pilihan dengan sikap patah hati, tapi akhirnya aku memutuskan untuk menggunakan surat. Satu untuk orang tuaku dan yang lain untuk kedua saudaraku. 

Untuk orang tuaku, kalau aku bicara tentang dunia lain mereka pasti mengerti, tapi untuk menggunakan kata itu bagi saudaraku terlalu berat rasanya, jadi aku buat dua surat. Kalau nantinya orang tuaku memilih untuk memberi tahu mereka hal sebenarnya, aku akan menyerahkan keputusan itu pada mereka.

Sebaliknya, aku bertanya apakah mungkin bagiku untuk membawa sesuatu, dan aku diberitahu bahwa mereka bisa membuat beberapa akomodasi untuk itu.

Aku memilih bermacam buku dan alat tulis (pena dan pensil mekanik kurang baik, jadi aku lebih baik terbiasa dengan pensil biasa). Aku ingin membawa sedikit makanan juga tapi untuk beberapa alasan aku ditolak. Mungkin ada beragam aturan untuk manajemen antar dunia. Mengikuti aturan yang sudah ada ya.  

“Ya, aku tidak keberatan- Uo?!” (Makoto)

Badanku mulai transparan. Aku mencoba memeriksanya, dan terlihat kalau badanku sudah separuh transparan?!

“Apa?! Dia berencana mengambilmu tanpa memberitahuku dulu?! Apa yang dia pikirkan, dasar wanita bodoh itu!” (Tsuki)

Tsuki-sama juga panik. Bukan berarti aku akan mati, aku hanya diambil paksa, jadi aku sedikit merasa lega. 

“Makoto-dono aku mohon maaf! Dewi yang akan kau temui sekarang tidak akan  mau membantu kalau kau tidak menyembunyikan ketidaksenangan-mu. Tapi kalau kau bisa, tolong, maklumi kelakuannya” (Tsuki)

Tsuki-sama adalah orang dengan perkataan bijak. Mungkin dia sudah pernah berhubungan dengan bermacam jenis orang.

Aku tersenyum sambil mengangguk.

Dia membuatku bertekad dengan sendirinya untuk pergi ke dunia lain dan membuatku menerimanya. Dia berbicara padaku dan menenangkan pikiranku.

Itulah perkataan dari Tsukuyomi Mikoto. Meskipun yang akan kutemui adalah dewi yang belum pernah kukenal, aku akan menerimanya. 






0 komentar:

Posting Komentar

Apa kata hatimu nya~?